Sukacita Natal

Malam itu, semua orang berjalan bersama-sama. Ada yang berdua dengan pasangannya, ada yang beramai-ramai dengan teman-temannya, ada keluarga baru dengan bayi mereka yang masih kecil di dalam kereta bayi, ada keluarga besar yang asyik ber-wefie bersama. Mereka menikmati waktu bersama orang yang mereka cintai. Aku menunduk dan menyadari bahwa aku ada disana, di tengah keramaian itu, sendiri.
Andai aku bisa merasakan waktu-waktu itu disaat Natal tahun ini. Andai….

Advertisements

Sebuah Refleksi tentang Kematian

Kematian terdengar begitu menakutkan. Namun, sayangnya kematian datangnya tidak dapat diprediksikan. Setiap orang tentu saja akan menghadapi kematian, entah hari ini, besok, dua hari lagi, atau beberapa tahun lagi. Tak seorang pun yang tahu kapan kematian itu akan merenggut nyawa kita.

Rutinitas = Warna Hidup

“Ah, semoga hari ini menjadi sedikit berwarna”.
Mungkin itu asa yang hampir pudar dari orang – orang yang menjalani sebuah rutinitas. Bangun pagi – aktivitas utama (entah kerja, entah sekolah, entah kuliah) – pulang rumah – tidur dan begitu seterusnya. Hal itu terus berputar selama 5 hari kedepan, dan akhirnya bertemu weekend. Sangat banyak dijumpai display picture, instagram post maupun status yang menyatakan “Thanks God it’s friday” (Terima kasih Tuhan, hari ini Jumat). Salah satu ucapan yang umum ketika banyak orang bersiap dan tidak bersabar menjalani 2 hari weekend kedepan.

Hingga tiba kesudahannya

Pagi itu kami berangkat menuju tempat kegiatan. Kami berencana untuk mengadakan panggung boneka dan berbagai lomba di lapangan terbuka. Namun, semuanya berubah. Kami shock ketika dibilang tidak boleh lagi melaksanakan kegiatan di lapangan. Semuanya pun dialihkan ke sebuah ruangan Perpustakaan kecil. Bagaimana ruangan sekecil ini dapat menampung lebih dari 60 anak?

Pelayan dibalik Tirai

Tak sedikit orang yang mengagumkan seseorang yang mengambil sebuah pelayanan yang kelihatan. Saya selalu terkagum kepada seorang pemimpin pujian di gereja. Keyakinan penuh, bersuara indah dan mampu membawa jemaat untuk memuji Tuhan. Mereka tampil dengan sangat percaya diri, berjalan di atas panggung, menari dan bersaksi. Tidak ada yang salah dengan pelayanan semacam ini. Namun, seringkali kita terlena dengan pelayanan yang ada di depan mata kita, dan mengabaikan pelayanan lain yang mungkin ada di balik tirai panggung itu….