Ritme hidup semakin cepat

Tak pernah terlintas di benakku, bahwa suatu saat aku harus berada di kota ini, dan mengadu nasib disini. Tuhan punya rencana yang indah untukku…

2 Hari yang lalu, genap seminggu melancong ke ibukota Jakarta. Walau sudah 4 tahun di Surabaya, itu tak membuatku lebih cepat beradaptasi di Jakarta. Beda! Ya, sangat beda. Semua orang disini mempunyai ritme waktu seolah – olah begitu cepat di bandingkan di Surabaya.

Seminggu juga aku berada di tempat kerja yang baru. Perjalanan 90 menit, harus ditempuh untuk tiba di kantor, dengan berjalan kaki dan naik bus trans Jakarta. Sungguh sangat melelahkan, harus berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 7.30 malam. Waktu berlalu begitu cepat, seperti baru sejam yang lalu aku ke kantor, dan sekarang sudah ada di hari berikutnya. Gerakan orang disini juga begitu cepat. Lihat saja orang yang berjalan di Halte busway, naik turun busway, jalan di Mall, dan lain sebagainya. Langkah kaki bergerak begitu cepat.

Teringat kembali tentang apa itu makna hidup? Ku bertanya, setiap pergerakan yang cepat ini, apakah mereka bergerak cepat karena tak ingin hidup mereka menjadi sia-sia, atau untuk mengejar kekayaan? Kemewahan? Ataukah pamor? Jika begitu, apa dengan gerakan yang cepat itu, membuat mereka harus menjadi buta dengan keadaan di sekitar? Dengan pengemis yang banyak di jembatan halte, kali yang kotor di depan mall – mall besar? Atau aturan lalu lintas yang begitu semberawut?

Sepanjang perjalanan menaiki mobil trans Jakarta, aku melihat banyak sekali orang yang desak – desakan (termasuk aku juga). Ku bertanya, jika suatu saat trans Jakarta ini ketabrak dan kami meninggal, apa semua orang disini sudah tahu mereka akan kemana? Apa mereka sudah tahu tentang kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus? Atau mereka masih harus menimbang – nimbang ukuran perbuatan baik mereka?

Ritme yang begitu cepat, mungkin itulah Jakarta. Kota yang sangat padat ini, masih mengajarkan banyak pelajaran kehidupan. Kita harus struggle dengan semua keadaan disini. Dan, kita harus tetap menjadi orang Kristen yang berdampak.

Semoga aku menemukan bagaimana caranya aku harus berbagi kasih lewat tindakan kepada anak – anak di kota ini.

Jakarta, October 17th, 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s