Resensi Film “Nanny Mcphee”

Gambar

Masalah dan Penyebab

Masalah – masalah yang muncul dalam film tersebut ialah kekurangan kasih sayang orang tua dan kurangnya pendidikan kepada anak yang diberikan oleh orang tua secara langsung. Rincian masalah tersebut dan penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Masalah yang pertama ialah, komunikasi yang kacau. Tidak adanya komunikasi yang jelas di Antara orang tua dalam hal ini ayah dan anak – anaknya. Ayah selalu berpikir apa yang dilakukannya adalah hal yang paling tepat dan tanpa perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan anak – anaknya. Ayah selalu menganggap anak – anaknya masih kecil dan tidak mengerti apa – apa tentang masalah ini. Sedangkan anak – anak selalu merasa terpojok dan tidak pernah didengarkan oleh orang tuanya. Akhirnya anak – anak cenderung memendam apa yang dia rasa dengan perbuat kenakalan, karena ayah mereka tidak mau mendengarkan saran mereka sedikit pun. Komunikasi ini sangatlah tidak baik. Bagaimana pun juga setiap keputusan di dalam keluarga memang akhirnya akan diputuskan oleh ayah, tetapi perlu juga pertimbangan dari anak – anak mereka. Selain itu, anak – anak pula masih dalam masa pertumbuhan, sehingga keadaan ini membuat kondisi anak bertumbuh secara tidak utuh. Dia akan selalu menghakimi dirinya sendiri bahwa setiap apa yang dia sarankan / pikirkan itu hal yang salah.
  2. Masalah berikutnya ialah ayah (orang tua) yang selalu bekerja dan tidak peduli akan pendidikan anak di rumah, kasih sayang anak. Bagi ayah ini, dia harus mencari jalan bagaimana pun agar bisa menafkahi dia dan ketujuh anaknya. Namun dia lupa, bahwa anak – anak mereka sudah tidak memiliki sosok mama lagi, sehingga satu unsur dari pendidikan anak yaitu kasih sayang tersebut menjadi hilang. Ayah yang sibuk bekerja, dan berpikir bahwa cukup dengan pengasuh anak saja semuanya bisa teratasi dengan baik. Bagaimanapun juga, seorang single parent haruslah bisa membagi dirinya Antara pekerjaannya untuk menafkahi keluarga dan juga kasih sayangnya pada anak – anaknya. Anak – anak masih dalam masa pertumbuhan dan mereka butuh  sosok yang akan membimbing mereka nanti hingga pada waktunya mereka dewasa.
  3. Masalah yang ketiga ialah ketika anak – anak dirawat oleh pengasuh anak. Mungkin ini bisa jadi solusi yang tepat untuk orang tua yang sibuk, apalagi seorang single parent seperti di dalam film ini. Namun, menggunakan seorang pengasuh anak, tetaplah harus didampingi oleh orang tua mereka. Pengasuh anak hanyalah membantu bagian – bagian yang tidak dapat diberikan oleh orang tua karena kesibukkan karir mereka. Namun, dalam hal kasih sayang, tetaplah seorang anak butuh bimbingan orang tua, dan membutuhkan kasih sayang itu dari orang tua mereka. Masalah yang terungkap di dalam film ini cukup parah sehingga untuk membacakan cerita untuk anak – anaknya saja, ayahnya tidak mau karena kesibukkannya dia. Pergi dari pagi hingga pulang malam, membuat ayah tidak dapat intens bertemu dengan anak – anak sehingga adalah wajar ketika anak – anak tersebut menjadi nakal. “Pemberontakan” yang dilakukan oleh anak – anak tersebut, adalah bentuk ungkapan mencari perhatian dari ayah mereka, ungkapan pemberontakan kekurangan kasih saying dan yang lainnya.

 

Getting Worsedan Solusi

 

Masalah bertambah buruk ketika anak – anak harus hidup sendiri bersama para pengasuh anak yang tidak bisa mencegah anak – anak ini berbuat kenakalan. Kesibukkan ayahnya juga membuat komunikasi semakin jauh dan masalah – masalah bermunculan. Ketika ayahnya ingin menikah lagi karena masalah ekonomi, ayahnya tidak memberitahukan kepada anak – anak dan disitulah semuanya menjadi semakin buruk. Solusi yang ditawarkan oleh film ini memang adalah seorang pengasuh anak yang punya kekuatan sihir. Namun bukan itu yang menjadi focus utamanya. Mari kita melihat dari sisi lain bahwa solusi yang ditawarkan ialah kedisiplinan dan cara berelasi.

Sejak Nanny McPhee mendidik dan merawat ketujuh anak ini dia begitu gesit mengajarkan tentang kedisiplinan. Dimana, ada waktu untuk tidur, bermain dan sebagainya. Ketika mereka tidak disiplin, mereka akan mendapat teguran yang sesuai. Selain itu juga, Nanny McPhee mengajarkan cara berelasi, seperti “tolong”, “terima kasih”, “maaf” dan kemampuan untuk mau mendengarkan orang lain. Hal – hal ini sepertinya kelihatan sangat simple namun dapat menjadi solusi yang baik. Hubungan mereka dengan ayah mereka menjadi semakin membaik.

Yang perlu diperhatikan dari film ini ialah bahwa bukan saja anak – anak yang perlu untuk berubah. Film ini juga tidak men-judge bahwa anak – anaklah yang bersalah. Tetapi juga ada unsur pengaruh ayah. Di mana, sebagai solusinya, Nanny McPhee juga mengajarkan kepada si ayah ini agar mau mendengarkan pendapat anak – anaknya dan mulai berdiskusi dan bertukar pendapat dengan anak – anak ini.

Statement / Quote yang menarik

 

  1. Semua ayah jadi jahat ketika istrinya gak ada”

Statement ini menarik bagi saya. Hal ini dikarenakan kalimat yang dikatakan oleh anak ini, tidak benar. Namun, inilah yang menghantui hampir sebagian besar anak di dunia ketika mamanya telah tiada. Inilah yang menjadi ketakutan mereka. Ya, menjadi ketakutan saya pula. Ketika mama saya dipanggil oleh Tuhan, ketika saya masih kecil, saya berpikir bahwa ayah saya akan berubah menjadi sangat jahat dan over protective dan akan menikah lagi demi memuaskan dirinya sendiri. Pikiran inilah yang ada di setiap pikiran anak – anak, demikian pula pada film tersebut. Kenyataannya, ada beberapa ayah yang berpotensi seperti itu, dikarenakan tuntutan ayah yang menjadi semakin banyak. Selain harus bekerja membanting tulang, ia pula harus menjadi ayah sekaligus ibu. Nasib single parent ini membuat shock para ayah, dan mereka akan berpotensi over protective. Namun ada pula, yang sebaliknya. Mereka akan begitu menyayangi anaknya dan menyerahkan seluruh waktunya untuk anaknya tersebut.

  1. “Anak – Anak butuh pengaruh perempuan”

Ada yang mengatakan kehilangan sosok ibu adalah kehilangan kasih. Bisa ya dan bisa tidak. Statement ini menarik bagi saya karena memang benar anak – anak itu butuh sosok perempuan, dimana menjadi panutan bagi mereka, mengajarkan tentang kasih. Banyak dari anak – anak pada jaman sekarang yang berbuat kekerasan itu didasari karena latar belakang keluarga yang broken home. Kehilangan mama atau sosok perempuan di dalam keluarga membuat tabung kasih anak itu tidak terisi penuh. Sedangkan yang ada hanyalah sosok lelaki, seorang ayah yang terkadang bagi mereka, hanya pencari nafkah. Sosok yang membelai mereka sampai ketiduran, menggendong mereka, merawat mereka dengan halus semuanya tidak ada lagi. Namun, disatu sisi kalimat ini bisa saja salah, karena bisa saja sosok pengaruh perempuan di dalam keluarga itu dapat dilakukan oleh ayah. Sehingga anak – anak tetap akan melihat pengaruh “apa yang dilakukan” perempuan dalam kehidupan mereka lewat sosok ayah mereka.

2 thoughts on “Resensi Film “Nanny Mcphee”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s