Fan or Followers

Matius 10: 17 – 27

Ketika membaca judulnya saja, dulunya aku berpikir “ah. Alangkah mungkin aku jadi orang miskin saja terus agar bisa masuk kerajaan Allah”. Itulah saat dimana aku masih kecil dan masih belum bisa memahami Alkitab. Kemudian, beranjak dewasa aku mulai berpikir lagi ketika membaca ini.
Mari melihat isi bacaan ini. Ijinkan aku menyebutnya sbgi seorg perncari kebenaran. Krna org kaya ini, at least tlh menanyakan “cara utk memperoleh hdp kekal”. Dia mempunyai 1 poin positif. Kita selalu menilai org kaya ini bersalah dan melakukan semua hal yg negatif, tp inilah 1 poin positifnya itu. Membaca bagian ini membuatku menarik 1 kesimpulan “kita harus menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan”. Mengapa demikian? Mari kita lihat penjelasannya satu per satu
1. Org kaya ini dpt dikategorikan sbgi seorg penggemar. Karena dia ingin mendapat semua keuntungan bersama Yesus, berada cukup dkt denganNya utk mendapatkan semua manfaatnya, ttpi tdk terlalu dkt juga shingga dia tidak harus mengorbankan apapun. Lihat saja contohnya, dia dekat dengan Tuhan, menjalankan perintah – perintahNya, sperti hormatilah ayah dan ibumu. Ini sesuatu yg biasa saja gitu loh, dia tidak harus mengorbankan apapun demi menghormati ayah ibunya. Malah justru ketika Yesus menawarkan utk dia mengorbankan harta miliknya bagi orang miskin, dia malah pergi. Dia tidak mau berkorban apapun utk mengikuti Yesus, walopun dia sendiri sudah mengetahui nya scra langsung dr Yesus
2. Dia tidak menyerahkan hidupnya SEUTUHnya pada kedaulatan Tuhan. Dia masih ingin mengontrol beberapa aspek dlm hidupnya. Bahkan disana dituliskan bahwa “mendengar perkataan itu dia kecewa”. Mengapa dia harus kecewa? Ya, krna dia hanya seorang yg inginkan kemudahan saja di dkt Yesus, dan ketika Tuhan mengatakan yang sebaliknya, yg tidak sesuatu dengan ekspetasinya, dia menjadi kecewa.


Jika dibaca pada bagian yg saama yg dituliskan dalam injil Matius, disitu tergambar jelas, bhwa terjadi percakapan yang panjang antara Yesus dan org kaya tsb. Bagian ini tidak bisa ditafsirkan dan diambil kesimpulan berdasarkan literal saja. Org kaya disini, menyimbolkn org2 yg masih blm bisa menyerahkan hidupnya seutuhnya ke Tuhan. Mereka yang hanya ‘fan’ dari Yesus saja.
Aplikasi dalam khdpn ku sih lebih kearah bagaimana aku menyerahkan seluruh hidupku pada Tuhan. All of my life. Mendekat pada Yesus bukan karena ingin memperoleh kesenangan saja.
Bagian terakhir perikop ini, menuliskan bahwa murid – murid tercengang dgn keadaan ini. Dan ya, itu menunjukan bhwa murid2nya juga ga seberapa paham, apa yang harus dilakukan utk mengikuti Tuhan. Walaupun mereka selalu mengikuti Yesus kemana aja. Murid – murid juga gempar (perasaan campur aduk antara tiap org yg berbeda, ada yang sedih, terkejut, senang, dll) mendengar jawaban Yesus atas pertanyaan mereka.
Terkadang, kita sudah tahu apa yg sbenarnya, bgmn kita hrus bersikap dll. Tp kita sering sekali melakukan sesuatu sesuai keinginan kita sendiri. Apakah kita menjadi seperti org Kaya tsb? Atau posisi kita ada di pihak murid2 yg sudah ikut Yesus sejak lama, namun mereka masih mempunyai motivasi yg salah. Maka jika anda ingin mnejadi pengikut, pastikan anda tahu berapa harga yang harus dibayar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s