Berjuanglah di Bumi Ini, Queen!

daun hijau

“Queen, ayo segera tidur. Lihat, bintang sudah berkedip ‘kan? Tandanya kamu harus segera menutup mata dan mengakhiri hari dalam mimpi. Langit memang kelam tapi tenang, kamu akan aman bersamaku.

Kamu aman dalam dekapanku malam ini, jauh dari langit kelam dan burung hantu. Kamu tenang dalam hangatnya selimut yang aku siapkan bagimu. Kamu bisa dengan nyaman melewati malam yang pekat ini bersama denganku. Ingat, kalau nanti kamu mendengar suara angin berdesir, jangan takut. Ia hanya ingin menyapamu dalam alam. Jika bulan mulai menyembunyikan wajahnya, artinya akan segera pagi dan kamu tak perlu takut lagi.

Sini, genggam tanganku. Tarik selimutmu hingga leher, biarkan dirimu hangat. Dengar detak jantungku juga? Dengarkan, ia perlahan berdetak dan terus berdetak hingga waktu yang ditentukan…

Queen, sudah tidurkah kamu? Aku melihat matamu terpejam tapi kamu masih menyunggingkan senyum. Ah, kamu pura-pura? Aku tertawa melihat aku sepertinya tertipu kali ini. Nyanyianku buatmu, senandungku ini semoga meninabobokkanmu dalam hangat…

View original post 395 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s