What is your resolution?

“Resolusiku tahun ini ialah mewujudkanresolusi ku tahun lalu”, “resolusiku ialah membahagiakan orang tua, menikah, lulus” dan masih banyak resolusi yang sering kita ucapkan ketika awal tahun tiba. Atau mungkin tiap bulan kita juga sering membuat resolusi  yanglebih sering dikenal dengn #januarywish, #februarywish,dst. Bahkan semua wish trsebut, tiap bulan ke bulan, tahun ke tahun, hampir sama saja.

Ada lelucon para programmer atau gak orang yang menyukai dunia komputer. “What is your resolution?”, dengan gampangnya dia menjawan “640 x 321”, abaikan saja hal ini. Hahaha

Kembali pada topik, apa sih itu resolusi? Harapankah? Atau?
Hmm…. aku jadi berpikir, adakah resolusi yg kita ucapkan dan inginkan itu keluar dari hasil pergumulan kita sama Tuhan atau gak? Atau apakah di tiap doa kita tuh, isinya hanya permintaan? Pernah gak kita tanya ke Tuhan, apa yang Tuhan mau atas hidup kita? Atau apakah yang selama ini kita lakukan sudah berkenan pada Tuhan?

Doa yang kita lakukan tiap hari itu bukanlah hanya menjadi ‘sarana’ kita untuk meminta dari Tuhan, tapi menjadi tempat kita berkomunikasi dengan Tuhan. Komunikasi 2 arah, bukan 1 arah. Doa jadi tempat kita tahu apa yang Tuhan mau.
Ketika orang kristen berdoa pun, harus dengan sebuah kesadaran bahwa kita berdoa karena kita orang Kristen. Atau dengan kata lain, doa menjadi sebuah kewajiban. Tetapi, jadikan doa itu sebagai sebuah kerinduan untuk kita berjumpa dengan Yesus.
Lantas? Apakah doa sebelum sesudah makan, sebelum tidur, sebelum berpergian itu sebuah kewajiban? Sekali lagi bukan  masalah wajib atau gak, tetapi sejauh mana kerinduan kita berjumpa pada Yesus? Mensyukuri berkat Tuhan atas makanan yang kita makan, sekaligus berdoa bagi mereka di tempat lain yang sedang kelaparan, agar mereka dapat berkatnya tersendiri. Memohon pada Tuhan agar menjaga kita selama tidur, atau selama perjalanan. Dan masih banyak hal lain lagi. Kalau boleh dibilang, hal – hal inilah yang harus membuat kita terus bersyukur pada Tuhan. Gak ada alasan untuk gak bersyukur.

Masih banyak yang harus kita pelajari tentang doa, dan saya akan membahas itu,dalam postingan saya yang lain.
Harapan saya, semoga kita selalu memiliki kehidupan doa yang baik dan semakin erat hubungan kita dengan Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s