We Love Indonesia

Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala tetap dipertahankan bangsa.

Sepenggal lagu di atas mungkin akan mengingatkan kita tentang tanah air kita yang subur ini. Kekayaan alam yang begitu banyak di  Negara tercinta ini baik dari lautan maupun daratan. Ini membuat kita kembali mengenang akan jasa-jasa para pahlawan kita saat merebut kemerdekaan ini dari tangan penjajah.

Perjuangan yang tidak mudah untuk menjadikan 17 agustus sebagai hari kemerdekaan. Pertumpahan darah yang marak terjadi saat itu. Semua hanya untuk satu kata, INDONESIA.

Merdeka atau Mati??

Seruan itu banyak diperdengarkan ketika bangsa Indonesia ingin merdeka. Jalan bengkok dan berbatu-batu harus mereka lalui. Dari berbagai pendapat, bahasa, suku, ras dan agama mereka bersatu hanya untuk kemerdekaan Indonesia. Bhineka Tunggal Ika itulah semboyan yang menyatukan mereka. Biar berbeda-beda tetap satu jua. Banyak perjuangan-perjuangan yang dilakukan di daerah. Contohnya: Thomas Matulessy, dkk di daerah Maluku. Perjuanngan Pattimura merupakan sebuah pertaruhan yang banyak meneteskan darah. Tapi, rakyat Maluku tetap bersatu dan bersama-sama mengusir penjajah. Di akhir perjuangan itu, Thomas Matulessy atau Pattimura harus di hukum gantung. Sebelum digantung, Pattimura berkata :: Patimura-pattimura tua boleh tiada, tapi suatu hari kelak pattimura-pattimura muda akan bangkit.

Persiapan kemerdekaan 

Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik semakin jelas, sehingga pada tanggal 1 Maret 1945 Jenderal Kumakichi Harada mengumumkan dibentuknya suatu badan khusus yang bertugas menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yang bernama Dokuritsu Junbi Chosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Anggota dari badan penyelidik ini terdiri atas 60 orang tokoh dari Indonesia dan 7 orang bangsa Jepang yang diresmikan pada tanggal 29 mei 1945. Sidang BPUPKI yang pertama berlangsung pada tanggal 29 mei – 1 juni 1945. Sidang ini membicarakan dasar filsafat Indonesia Merdeka yang kemudian dikenal dengan PANCASILA.

Pada mulanya sila pertama ialah “ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat-syariat islam bagi pemeluknya” namun bunyi sila tersebut diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa” mengingat kondisi rakyat Indonesia yang beraneka ragam agama. Ini kemudian dimuat di dalam piagam Jakarta yang kemudian menjadi Mukadimah UUD 1945.

 

Merah putih kebanggaanku.

Pasal 37 ayat 5 UUD 1945 menegaskan bahwa khusus mengenai bentuk NKRI tidak dapat dilakukan perubahan. Ini berarti tidak boleh ada seorangpun yang berani mengubah PANCASILA dan bentuk Negara kita. Hal ini dikarenakan untuk mempertegas komitmen bangsa Indonesia terhadap Bentuk NKRI dan PEmbukaan UUD 1945 dan juga untuk melestarikan putusan para pendiri Negara sejak tahun 1945, dimana bentuk inilah yang dianggap tepat mewadahi ide persatuan pada bangsa yang majemuk.

Sekarang ini, banyak sekali gerakan-gerakan separatis yang ingin memecahkan keutuhan Negara kita. sebut saja GAM, RMS dan OPM.  Kita patut bangga akan TNI dan POLRI kita sebagai kekuatan utama dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankam Rata) karena mereka dapat menjaga keutuhan Negara kita ini dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan oleh UUD 1945 pasal 30. Ada juga sengketa  ____(selat/laut)___malaka dengan Negara tetangga yang ingin merampas bagian dari Negara ini.

Kita adalah Pattimura Muda

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang berguna. Contohnya belajar. “Saya rasa masih banyak anak-anak Maluku yang belum sadar akan pendidikan. Mereka masih malas-malasan dan suka bolos. Dan kita semua patut prihatin atas itu semua,”ucap Sergio lawalata perserta OSN Tahun 2009 dari SMA Negeri 1 Ambon. Menurutnya, fasilitas pendidikan di Maluku masih kurang jika dibandingkan dengan provinsi lainnya. Mungkin ini juga yang mengurangi semangat kita untuk belajar.

Sekarang, tongkat ekstafet bangsa ini ada di tangan kita. Dan mari kita semua jadikan bangsa ini bangsa yang besar dan maju lewat bidang pendidikan. Ingat, kita adalah pattimura-pattimura muda yang harus melanjutkan kemerdekaan ini dengan pendidikan. Karena lewat pendidikan kita dapat melakukan yang terbaik bagi bangsa dan Negara ini. Biarlah Sang Merah Putih it uterus berkobar di dalam hati kita, jadikanlah obor pattimura sebagai pembakar semangat kita untuk raih hari esok yang lebih baik.

2 thoughts on “We Love Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s